phone --

email info@sman13medan.sch.id

Berita Terkini:

  • Sosialisasi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas – read more
  • Workshop Pemanfaatan Akun belajar.id – read more
  • Rapat Perdana TP. 2021/ 2022 – read more
  • Jadwal Daftar Ulang Peserta Didik Baru Tp. 2021/ 2022 – read more
  • Tata Cara Daftar Ulang Peserta Didik Baru TP. 2021/ 2022 – read more
  • Guru SMAN 13 Medan Mendapat Vaksinasi Covid-19 – read more
  • Peringat Hari Pendidikan Nasional 2021 – read more
  • SISWA LULUS SNMPTN 2021 – read more
  • Jadwal dan Persyaratan SNMTPN 2021 – read more
  • Tata Cara Vote Online Pemilihan Ketua OSIS 2021 – read more
  • Profil Calon Sekretaris dan Bendahara OSIS 2021 – read more
  • Profil Calon Ketua OSIS 2021 – read more
  • Lihat Semua Berita – all

Jalur Afirmasi

JALUR AFIRMASI

Jalur Afirmasi diperuntukkan bagi peserta didik baru SMA/ SMK yang berasal dari keluarga tidak mampu dan penyandang disabilitas

Kuota Jalur afirmasi adalah 20% dari daya tampung (17% keluarga tidak mampu, 3% penyandang disabilitas)

Calon peserta didik yang mendaftar melalui jalur afirmasi pada jenjang SMA berdasarkan domisili dalam Zona dan/atau luar zona yang berbatasan

Calon peserta didik baru jenjang SMA dapat memilih satu sekolah yang dituju dalam zona atau luar zona yang berbatasan 

Jalur Afirmasi keluarga tidak mampu dibuktikan dengan :

1. KIP

2. Kartu Keluarga Sejahtera

3. Program Keluarga Harapan (PKH)

4. Kartu Bantuan Pangan Non Tunai

5. Kartu Bantuan Sosial Tunai

6. Program bantuan pemerintah daerah lainnya sebagai bukti keikutsertaan program penanganan keluarga tidak mampu dari pemerintah Pusat atau pemerintah Daerah

Calon Peserta didik baru yang berasal dari keluarga tidak mampu, wajib menyertakan surat pernyataan dari orang tua/ wali dari peserta didik yang menyatakan bersedia diproses secara hukum jika terbukti memalsukan bukti keikutsertaan dalam program penanganan keluarga tidak mampu

Calon peserta didik baru dari penyandang disabilitas ringan dan mempunyai asesmen awal (Asesmen fisik/psikologis, akademik, fungsional, sensorik dan motorik oleh Psikolog, Psikiater, Dokter Spesialis atau kepala sekolah asal)  yang menerangkan kelompok difabel siswa serta telah menyelesaikan pendidikan jenjang SMP/ SMPLB

Layanan bagi penyandang difabilitas diprioritaskan bagi sekolah yang sudah ditunjuk dan sekolah lain dapat menerima siswa sesuai layanan yang ada